Inti UX/UI — Komposisi

Apa itu Komposisi dalam desain UX/UI?

Komposisi adalah penataan dan pengorganisasian elemen visual dalam sebuah karya seni, desain, atau media visual apa pun. Ini melibatkan pengambilan keputusan yang disengaja tentang bagaimana berbagai elemen seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang ditempatkan dan berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan keseluruhan yang terpadu dan harmonis.

Komposisi tidak terbatas pada seni visual saja; hal ini juga berlaku pada bidang kreatif lainnya seperti fotografi, desain grafis, arsitektur, bahkan sinematografi. Sebuah foto yang disusun dengan baik, misalnya, dapat menarik perhatian pemirsa dan menceritakan sebuah kisah, sedangkan desain yang disusun dengan baik dapat secara efektif mengomunikasikan identitas merek atau menyampaikan informasi.

Beberapa aspek penting dari komposisi meliputi:

  • Keseimbangan:Distribusi bobot visual dalam sebuah karya seni memastikan elemen-elemennya tersusun secara harmonis dan tidak saling membebani.
  • Penekanan:Menyoroti elemen tertentu untuk menarik perhatian pemirsa dan menciptakan titik fokus atau hierarki kepentingan.
  • Kesatuan :Tercapainya rasa kohesi dan koherensi dengan menghubungkan berbagai unsur sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh.
  • Kontras:Memanfaatkan perbedaan warna, nilai, bentuk, atau ukuran untuk menciptakan daya tarik visual dan menonjolkan elemen.
  • Gerakan:Memandu mata pemirsa melalui karya seni menggunakan garis, bentuk, dan elemen visual lainnya untuk menciptakan kesan aliran atau arah.
  • Proporsi:Mempertahankan hubungan yang tepat antara berbagai elemen untuk mencapai komposisi yang seimbang dan estetis.
  • Pengulangan:Menggunakan elemen visual berulang untuk menciptakan ritme dan memperkuat keseluruhan desain.
  • Ruang Negatif:Memperhatikan ruang kosong di antara objek dapat memainkan peran penting dalam menentukan komposisi.

Inilah bagaimana objek jangkar, penempatannya, kepadatannya, dan penempatannya di sisi berperan dalam desain:

  • Objek Jangkar:Seperti disebutkan sebelumnya, objek jangkar adalah elemen menonjol yang bertindak sebagai titik fokus dalam sebuah desain. Mereka bisa berupa apa saja yang menonjol, seperti gambar besar, judul tebal, atau elemen yang mencolok secara visual. Dengan menarik perhatian pemirsa, objek jangkar menciptakan titik awal untuk eksplorasi visual keseluruhan komposisi.
  • Penempatan Objek Jangkar:Penempatan objek jangkar sangat penting untuk komposisi keseluruhan. Menempatkannya secara strategis, seperti mengikuti aturan sepertiga atau menggunakan rasio emas, dapat membuat desain lebih menarik secara visual dan seimbang. Menempatkan objek jangkar di area dengan visibilitas tinggi memastikan objek tersebut mudah diperhatikan dan membantu mengarahkan pandangan pemirsa.
  • Kepadatan:Kepadatan mengacu pada distribusi dan konsentrasi elemen dalam suatu desain. Tata letak dengan kepadatan tinggi memiliki banyak elemen yang berdekatan, sedangkan tata letak dengan kepadatan rendah memiliki lebih banyak ruang putih atau negatif. Objek jangkar sering kali ditempatkan di area dengan kepadatan lebih rendah untuk membuatnya menonjol dan menciptakan kontras visual dengan elemen sekitarnya.
  • Penempatan di Sisi:Sisi-sisi komposisi dapat menjadi lokasi yang kuat untuk objek jangkar. Menempatkan objek jangkar di samping dapat menciptakan rasa stabilitas dan keseimbangan. Selain itu, menempatkan objek jangkar di luar pusat dapat menambah daya tarik dan ketegangan dinamis pada desain, sehingga menarik perhatian pemirsa ke dalam komposisi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top